Sosialisasi Kader Pangan Desa untuk Perwujudan Ketahanan Pangan di Provinsi Sulawesi Tengah

Sosialisasi Kader Pangan Desa untuk Perwujudan Ketahanan Pangan di Provinsi Sulawesi Tengah

Sosialisasi Kader Pangan Desa untuk Perwujudan Ketahanan Pangan di Provinsi Sulawesi Tengah

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Pangan No 18 tahun 2012, pangan adalah urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat. Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mitinya, aman, beragam, bergizi merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup aktif dan produktif dan berkelanjutan.


Peran pemerintah dalam penyelenggaraan ketahanan pangan antara lain (1) melaksanakan kebijakan dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan ketahanan pangan di wilayah masing-masing dengan memperhatikan pedoman, norma, standar dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, (2) mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan yang dilakukan dengan memberikan informasi dan pendidikan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ketahanan pangan, membantu kelancaran penyelenggaraan ketahanan pangan, meningkatkan motivasi masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan serta meningkatkan kemandirian rumah tangga dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Dalam rangka hal tersebut, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui instansi Badan Ketahanan Pangan melakukan inovasi dan membentuk KADER PANGAN DESA. Kader pangan desa ini merupakan "tali penyambung" sekaligus motor penggerak program peningkatan ketahanan pangan antara pemerintah dengan sasaran masyarakat. Sebagai langkah awal sebanyak 13 kader pangan dilantik oleh Ibu Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang diambil dari desa terpilih dari 13 kabupaten kota di Sulawesi Tengah. Sebelum dilantik dan ditugaskan, para kader pangan tersebut dibekali materi terkait konsep dan implementasi kader pangan. Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan MWA Training & Consulting, Pusat Pelatihan dan Pengembangan Ketahanan Pangan di Bogor. MWA menghadirkan Marina Noor Prathivi, STP, MM sebagai pembicara pada kegiatan Sosialisasi yang berlangsung pada tanggal 30-31 Maret 2016 di Hotel Wisata Kota Palu. 
img-1459484031.JPG

Peserta calon kader pangan desa dibekali materi mengenai konsep ketahanan pangan di tingkat keluarga dan individu yaitu pemenuhan konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman. Dengan demikian, peningkatan akses masyarakat terhadap pangan baik dari sisi sosial, fisik maupun ekonomi merupakan hal yang mutlak dilaksanakan. Secara rata-rata konsumsi pangan penduduk Sulawesi Tengah adalah beras, singkong, ikan, gula dan buah-buahan. Konsumsi protein nabati tergolong rendah. Konsumsi beras pada tahun 2013 yaitu 291,3 gr/kap/hr , melebihi konsumsi nasioanl 263,9 gr/kap/hr . Konsumsi daging ruminansia, unggas, telur dan susu sebagai sumber protein hewani sangat rendah namun di sisi lain konsumsi ikan sangat tinggi yaitu 100,2 gr/kap/hr sedangkan angka konsumsi ikan nasional hanya 53,4 gr/kap/hr  (Susenas 2013). Konsumsi sayur buah juga perlu ditingkatkan. Di sisi lain, Sulawesi Tengah sangat kaya akan potensi alam yang dapat dikelola dan dimanfaatkan melalui teknologi pengolahan pangan tepat guna menjadi produk bernilai tambah, seerti pengolahan umbi menjadi tepung dan kemudian menjadi makanan olahan yang dapat dijadikan konsumsi rapat aparat pemerintahan sebagai "pancingan" usaha mikro kecil masyarakat hingga dikemas cantik menjadi oleh-oleh khas daerah. Peningkatan kesejahteraan ekonomi serta peningkatan pengetahuan akan pangan dan gizi menjadi pekerjaan rumah yang serius yang menunggu untuk dilaksanakan oleh kader pangan desa sebagai salah satu motor penggerak ketahanan pangan.

img-1459484569.JPG

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook