Sagu Bukan Lagi Primadona di Maluku Tengah

Sagu Bukan Lagi Primadona di Maluku Tengah

Sagu Bukan Lagi Primadona di Maluku Tengah

Indonesia memiliki ribuan ragam suku, budaya, bahasa, dan tata cara hidup lainnya yang membentang dari utara ke selatan dan barat ke timur. Salah satu tata cara hidup yang menarik untuk dibahas adalah pola makan, makanan pokok daerah, dan makanan kegemaran atau makanan khas daerah.


Bicara mengenai makanan pokok daerah, Indonesia memiliki ragam pangan, sebut saja beras, jagung, ubi, singkong, atau sagu. Setiap daerah dapat memiliki makanan pokok yang berbeda-beda, misalnya beras di Indonesia sebelah barat atau sagu di Indonesia sebelah timur. Hingga artikel ini ditulis, beras masih menjadi makanan pokok kegemaran masyarakat Indonesia bagian barat. Lalu, bagaimana dengan makanan pokok kegemaran masyarakat Indonesia bagian timur?


Hari ini, tepatnya empat tahun yang lalu Maluku Tengah menjadi daerah yang sudah beralih makanan favoritnya. Sagu sudah tidak lagi menjadi primadona. Posisinya sudah tergantikan oleh beras. Bagaimana tidak, setiap hari penduduk Maluku Tengah makan beras sebanyak 238,8 gram per orang. Sementara sagu hanya dimakan sebanyak 0,4 gram per hari. Sungguh jumlah yang sangat berbeda bukan? (Sumber: BPS, diolah MWA).


Jumlah tersebut sama dengan 10 gram lebih banyak daripada rata-rata yang dimakan oleh penduduk Provinsi Maluku. Dalam satu tahun, setiap penduduk Kabupaten Maluku tengah membutuhkan 3,6 kg beras lebih banyak. Bayangkan berapa jumlah kebutuhan beras untuk memberi makan 369.315 jiwa penduduk di Kabupaten Maluku tengah? Banyak atau banyak? (Sumber: BPS, diolah MWA).


Hal ini harus menjadi perhatian, tidak hanya untuk pemerintah daerah, tapi juga seluruh penduduk Maluku Tengah. Lalu apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah daerah Maluku Tengah? Simak di sini

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook