Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Pangan Lokal Berdasarkan Prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman (B2SA)

Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Pangan Lokal Berdasarkan Prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman (B2SA)

Pelatihan Penerapan Teknologi Pengolahan Pangan Lokal Berdasarkan Prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman (B2SA)

Kehidupan masyarakat tidak lepas dari masalah pangan yang harus terpenuhi setiap harinya. Terpenuhinya pangan sangat penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, aktif dan produktif. Oleh karena itu, pangan yang dikonsumsi harus cukup baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Satu jenis pangan saja belum bisa memenuhi kebutuhan gizi manusia sehingga dibutuhkan pangan yang beragam agar terpenuhi kebutuhan gizi manusia setiap harinya. Selain beragam, pangan yang dikonsumsi juga harus bergizi, seimbang dan aman untuk dikonsumsi. Kaidah pangan ini biasa dikenal dengan pangan B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman).

img-1447823607.JPG

Pemenuhan kebutuhan untuk memenuhi kaidah pangan B2SA dapat dilakukan dengan perencanaan menu yang benar yaitu memenuhi kebutuhan gizi setiap anggota keluarga yang memenuhi prinsip triguna makanan yaitu sumber tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur. Prinsip beragam, yaitu terdiri dari berbagai jenis bahan makanan, tidak hanya satu jenis bahan pangan saja. Seimbang, yaitu sesuai dengan kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh masing-masing anggota keluarga. Aman yaitu tidak mengandung zat-zata yang membahayakan tubuh.

Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki kekayaan yang beragam, tidak hanya dari seni budayanya tapi juga dari segi pangannya. Setiap daerah memiliki pangan lokal dengan kandungan gizi yang beragam, tapi masih memiliki kekurangan yaitu belum optimalnya pemanfaatan menjadi pangan olahan yang menarik minat masyarakat serta memiliki nilai jual yang kompetitif. Oleh karena itu diperlukan pelatihan penerapan teknologi pengolahan pangan lokal dengan memperhatikan prinsip pangan B2SA.  Hal ini menjadi salah satu upaya dalam rangka Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Berbasis Pangan Lokal .

img-1447820074.JPG

Kegiatan pelatihan ini dilakukan selama 3 hari dari tanggal 10-12 November 2015 di Gedung Pelatihan Puslitbang Gizi, Bogor yang dihadiri oleh peserta dari berbagai daerah yaitu dari Kabupaten Musi Rawas (Sumatera Selatan), Kabupaten Muara Enim (Sumatera Selatan), Kabupaten Sumba Tengah (NTT), Kabupaten Halmahera Tengah (Maluku Utara), dan Kabupaten Rote Ndau (NTT). Hari pertama merupahan acara penyampain materi. Adapun materi yang disampaikan adalah:

- Strategi penyusunan Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) untuk keluarga. Materi pelatihan ini menghadirkan pembicara seorang yang sangat kompeten di bidangnya yaitu Prof. Dr. Made Astawan, MS.

-Praktek penyusunan menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang dibimbing oleh Marina Noor Prathivi, STP, MM.

img-1447820097.JPG

-Internet marketing pangan lokal yang menghadirkan pembicara seorang wirausaha muda yang sudah sukses merintis bisnisnya yaitu Rosalina Anggraini. Adanya materi ini diharapkan peserta lebih bisa memanfaatkan market internet sebagai salah satu wadah pemasaran pangan lokal sehingga bisa lebih dikenal masyarakat luas dan bukan hanya dikenal di wilayah asalnya saja.

img-1447820152.JPG

- Pemasaran pangan UMKM Pangan lokal menghadirkan Yayah seorang wirausaha muda juga yang sukses dengan usaha Sagoon Aspri, salah satu jenis makanan lokal yang dikenal di seluruh wilayah Indonesia.

img-1447820177.JPG

Kegiatan hari kedua dilakukan praktek pengolahan tepung berbahan pangan lokal. Banyak pangan lokal yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan tepung yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan dan dalam pelatihan kali ini peserta mempraktekkan cara membuat tepung mokaf, tepung ubi ungu, dan tepung pisang. Bukan hanya praktek membuat tepung tapi juga praktek pengolahan beberapa pangan dengan menggunakan bahan lokal. Jenis makanan yang dipraktekkan pada pelatihan ini adalah kwetiaw ubi ungu daging ayam lada hitam, risoles cassava sayuran, pie susu talas, lasagna tepung jagung isi ikan, brownies talas, cake jagung, dan chocochip talas. Jenis makanan ini sudah biasa kita temui sehari-hari hanya saja pelatihan ini melakukan inovari bahan pangan menggunakan bahan-bahan utamanya bahan lokal.

 img-1447820367.JPGimg-1447820499.JPG

img-1447823645.JPGimg-1447823703.JPG


 

Adanya penyampaian materi pelatihan diharapkan pengetahuan peserta akan pangan lokal dan penyusunan menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) semakin bertambah dan dengan dilakukan praktek pengolahan makanan berbasis pangan lokal diharapkan peserta dapat menerapkan pengolahan pangan dengan memanfaatkan bahan lokal yang tersedia di daerah masing-masing. Selain itu, dilakukan kunjungan lapang ke UMKM pangan lokal dan PRPL KWT Pupasari, Bogor agar peserta melihat salah satu usaha pangan lokal yang berhasil dalam usahanya sehingga diharapkan peserta dapat juga melakukan hal yang sama di daerah mereka.

img-1447823861.JPG
Peserta dari Kabupaten Musi Rawas

img-1447823994.JPG
Peserta dari Muara Enim

img-1447824045.JPG
Peserta dari Halmahera Tengah


img-1447824089.JPG
Peserta dari Rote Ndau dan Sumba Tengah

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook