MENGUNGKAP FAKTA DIBALIK FENOMENA MI INSTAN DI INDONESIA

MENGUNGKAP FAKTA DIBALIK FENOMENA MI INSTAN DI INDONESIA

MENGUNGKAP FAKTA DIBALIK FENOMENA MI INSTAN DI INDONESIA

“Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) Indonesia menarik empat produk mi instan asal Korea karena mengandung unsur babi, yaitu Mi Instan U-Dong dan Mi Instan rasa Kimcho produksi Samyang, Mi Instan Shin Ramyun Ramen Black dari Nongshim, dan Mi Instan Yeul Ramen dari Ottogi.” Di kutip dari BBC.com


Seperti itulah Headline berita di beberapa media informasi, baik televisi, online, maupun cetak. Mendengar berita tersebut, tentu Anda sebagai konsumen cukup dibuat was-was, bukan? Oleh karena itu, ada baiknya Anda mulai belajar menjadi konsumen yang cerdas. Menjadi konsumen yang cerdas tidak sulit kok. Anda tidak perlu sekolah sampai ke Negeri Cina. Salah satu tipsnya adalah teliti sebelum membeli produk.


Apakah setiap kali Anda membeli produk pangan olahan, Anda selalu membaca komposisi dari produk tersebut?

Apakah Anda selalu membaca informasi kandungan gizi produk yang akan Anda beli?

Tahukah Anda, informasi-informasi tersebut tidak hanya sebagai penghias bungkus produk.


Mungkin sebagian dari Anda hanya memperhatikan tanggal kadaluarsa dan cara penggunaan saja. Tetapi, itu saja tidaklah cukup. Jika Anda telah menjadi konsumen yang cerdas, Anda telah lebih dulu mengetahui komposisi mie instan korea tersebut sehingga Anda bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Selain komposisi, Anda juga wajib melihat tabel kandungan gizi yang tertera pada bungkus produk. Mengapa?

Tentu Anda masih ingat bukan dengan teori gizi seimbang? Nah, dalam tabel kandungan gizi tersebut tertera informasi minimal mengenai kandungan energi, protein, dan lemak dari produk per porsi/serving size, sehingga Anda tentu dapat memperkirakan seberapa banyak Anda harus memakan produk tersebut.


Jika Anda memperhatikan kandungan gizi dari mi instan yang banyak dijual dipasaran, termasuk mi instan impor, jumlah kandungan energinya berkisar 300-550 kkal. Angka yang cukup fantastis bukan? Anda bisa memenuhi 15-30% kebutuhan sehari Anda. Bahkan jika Anda mengonsumsi mi instan 550 kkal sebagai menu makan siang/makan malam, Anda tidak membutuhkan jenis makanan lainnya karena angka tersebut telah memenuhi kebutuhan makan saat siang/malam. Hal tersebut dapat menyebabkan makanan yang Anda konsumsi tidak dapat seimbang.


Lalu, adakah bahaya lain ketika kita mengonsumsi mi instan?

Temukan jawabannya di artikel kami selanjutnya.

So tetap stay tune di grup diskusi gizi seimbang ya.


Jika Anda belum bergabung, tinggal klik link berikut bit.ly/GiziSeimbangMWA     

Atau Anda juga bisa like dan subscribed fanpage facebook gizi seimbang dengan klik bit.ly/FanpageGiziSeimbangMWA

Anda juga dapat menemukan berbagai artikel dan informasi menarik lainnya di panganlokalindonesia.co.id/

 

-MWA Training & Consulting-  

Komentar

Belum Ada Komentar

Testimonial

Ase Seije Seasean... Pangan Lokal Yes... Selengkapnya

-Sardania - PKK Kabupaten Kaur

Papeda + Ika colo-colo Manta.... Selengkapnya

-Canox - Pulau Taliabu

Alhamdulillah, kami dengan adanya pelatihan ini dapat menambah pengetahuan kami khususnya menu B2SA ... Selengkapnya

-Anonim

Sangat berkesan dengan MWA, Tambah banyak inspirasi untuk pengolahan pangan yang ada di daerah Kaur.... Selengkapnya

-Bu Harmili - PKK Kabupaten Kaur

Terima kasih Kepada MWA yang telah memberikan ilmu/materi Distribusi pangan.. Harga pangan dan cadan... Selengkapnya

-Maida dan Yaktiva - Dinas ketahan pangan Kota Pekanbaru

Wawasan dan Inspirasi semakin Terbuka.... Selengkapnya

-Bu Eli - Dinas Ketahanan Pangan Banten

Bersama pangan lokal kita tingkatan aneka ragam pangan lokal MWA.... Selengkapnya

-Supriyanto

Thy so much.... Selengkapnya

-Evi - Bengkulu

ILMU tak berujung.... Selengkapnya

-Alien - Kutai Timur

Melalui MWA, kita jadi melek pangan tingkatkan selalu kerjasama kita.... Selengkapnya

-B.basyin

Pangan Lokal rasa dunia bersama MWA.... Selengkapnya

-Yiyi - KKP PKP

"Jadilah pendekar-pendekar pangan yang tangguh mewujudkan ketahanan pangan yang hakiki dimasing-masi... Selengkapnya

-Jems - DKPPKE TPI

MWA Memang oke, Jadilah yang Terdepan dari Pelatihan Apapun..... Selengkapnya

-Zarda - DKPPKE Kota Tanjung Pinang (Kepri)

MWA OK3... Selengkapnya

-Julaiha - BKP3 Bangka Tengah

Kita tingkatkan Pangan Lokal, Bersama MWA Bogor.... Selengkapnya

-Petrusngo - Dinas Pertanian & Kehutanan Kabupaten Mahakam ulu Provinsi Kaltim

Kita tingkatkan Pangan Lokal, Bersama MWA Bogor.... Selengkapnya

-Petrusngo - Dinas Pertanian & Kehutanan Kabupaten Mahakam ulu Provinsi Kaltim

MWA sangat Menginspirasi untuk sehat dan berbisnis... Selengkapnya

-Kartikawati - PKK KBB PARIGI MOUFONG SULTENG

Alhamdulillah, Berkat mengikuti Bintek B2SA kami memahami bagaimana menyusun menu B2SA.. Jayalah PKK... Selengkapnya

-Asrawan dan Zatma - Rejang Legong

Good job MWA Terima kasih ilmunya.... Selengkapnya

-Eva - DKP Rejang Lebong Bengkulu

Alhamdulillah bisa mengikuti Bimtek di MWA.... Mwa buat kita-kita makin menyenangi Ketahanan Pangan... Selengkapnya

-Miharlin

MWA bikin saya lebih "Melek Pangan". Sukses MWA... Selengkapnya

-Weny Aditya - DKP Kota Sungai Penuh

Terima kasih MWA atas ilmunya. Sukses selalu.... Selengkapnya

-Hamsia - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu

Ase seije Seasean Pangan Lokal Yes... Selengkapnya

-Ibu Sardania - PKK Kabupaten Kaur

MWA untuk pangan lokal, sukses!!!... Selengkapnya

-Edi - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama, Papua

Terima kasih kepada MWA yang telah memberikan ilmu / materi distribusi harga pangan dan cadangan pan... Selengkapnya

-Ibu Maida - Dinas Ketahanan Pangan kota Pekan baru

Facebook