MENGAPA MAJALENGKA TERGANTUNG PADA IMPOR PANGAN?

MENGAPA MAJALENGKA TERGANTUNG PADA IMPOR PANGAN?

MENGAPA MAJALENGKA TERGANTUNG PADA IMPOR PANGAN?

      Inilah Faktanya..

 

Daerah berbasis mangga ini, ternyata mampu mengambil peran dengan membantu kebutuhan pangan daerah lain. Sebesar 116.537 ton jagung dan 8.925 ton singkong disediakan untuk daerah di luar Kabupaten Majalengka atau biasa disebut dengan (ekspor).  Namun, dibalik berita baik tersebut, ada pangan yang banyak dikonsumsi oleh penduduk Kabupaten Majalengka tapi tidak ada di daerahnya.. Apa itu?

           

Pangan itu adalah tepung terigu

 

        Biasanya, tepung terigu dimakan dalam berbagai macam bentuk olahan. Seperti gorengan, kue, dan lainnya. Di Kabupaten Majalengka, tepung terigu dimakan setiap hari sebanyak 142,48 gram /per orang. Sebagian besar tepung terigu tersebut dikonsumsi dalam bentuk gorengan, mie instan, roti tawar, kue basah dan lainnya.

 

         Sehingga, tak heran. Dengan total penduduk tahun 2015 sebanyak 1.182.109 jiwa, permintaan terigu di Kabupaten Majalengka mencapai 67.819 ton (Sumber: BPS, diolah MWA). Banyak atau banyak?

Jumlah tersebut akan  terus meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Majalengka sebesar 1,4% (BPS Kabupaten Majalengka, 2015).       

Apabila harga tepung terigu sebesar Rp. 9000. Berarti jumlah uang penduduk Kabupaten Majalengka sejumlah Rp.610.371.000, digunakan hanya untuk membeli tepung terigu. Lalu, kemana mengalirnya uang-uang tersebut?

            Tentunya ke negara-negara pengekspor tepung terigu seperti Turki, Srilanka, Ukrania serta negara pengekspor terigu lainnya.

Itu fakta di Kabupaten Majalengka, bagaimana dengan daerah anda? (panganlokalindonesia.co.id)


Ingin membaca dan berdiskusi lebih jauh seputar ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan. Yuk join forum diskusi Daulat Pangan Indonesia dengan klik link berikut bit.ly/IndonesiaDaulatPangan atau bit.ly/DaulatPangan2

Mungkin Anda pengguna aktif sosial media, Anda juga dapat like dan subscribed fanpage kami di bit.ly/FanpageDaulatPangan


Perubahan dapat dimulai dengan memulai hal-hal kecil, seperti membagikan artikel ini. Kalau bukan Anda siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. YUK WUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN DI INDONESIA J





Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook