Kabupaten Sukamara Mengubah Singkong Menjadi Aneka Olahan Pangan Istimewa

Kabupaten Sukamara Mengubah Singkong Menjadi Aneka Olahan Pangan Istimewa

Kabupaten Sukamara Mengubah Singkong Menjadi Aneka Olahan Pangan Istimewa

img-1434447154.JPG

Pada tanggal 11-12 Juni 2015, Kantor Ketahanan Pangan bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Sukamara mengadakan pelatihan Teknologi Pengolahan Pangan Lokal sekaligus Penyusunan Menu Keluarga Berbasis Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Hadir dalam pelatihan ini berbagai perwakilan kelompok wanita seperti TP PKK seluruh Kecamatan di Kabupaten Sukamara, TP PKK Kabupaten, GOW, Bhayangkari, Persatuan Wanita Kristen Indonesia, Muslimat NU, Muhammadiyah, dan lain-lain. Narasumber pelatihan ini adalah tenaga ahli dari MWA Training & Consulting, yaitu Dr. Ir. Yayuk Farida Baliwati, MS dan Marina Noor Prathivi, STP, MM

            Pada hari pertama, peserta dilatih untuk menyusun menu keluarga berdasarkan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman. Hal ini dilakukan sebagai upaya sosialisasi percepatan penganekaragaman konsumsi pangan sekaligus sebagai persiapan lomba cipta menu tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Peserta diajak untuk mengetahui terlebih dahulu kebutuhan porsi makanan sumber karbohidrat, protein, serta sayur dan buah sesuai usia dan jenis kelamin. Setelah itu, peserta menyusun menu makanan dengan bahan baku diutamakan berasal dari lokal setempat.

img-1434445632.JPG

            Hari kedua, peserta belajar mengolah pangan sumber karbohidrat yang banyak diproduksi di Sukamara seperti talas/keladi, singkong, dan labu kuning menjadi tepung. Tepung adalah produk antara yang mudah diolah menjadi aneka produk turunan seperti kue, cake, mie, roti, jajanan basah dan cemilan ringan lainnya. Pada kesempatan kali ini, peserta mengolah brownies, kastangel, lasagna, klappertaart dan mie bayam dari tepung singkong modifikasi (mokaf). Salah satu peserta, Ibu Hamidah dari TP PKK Desa Kuala Jelai Kecamatan Jelai menyatakan baru pertama kali mengolah aneka kue berbahan baku singkong, rasanya enak dan tidak terasa kalau dibuat dari singkong. “Pengalaman yang sangat berharga ini akan sangat berguna bagi ibu-ibu di daerah kami” ujarnya. Rekannya Ibu Rabiatul Adawiyah menambahkan pengetahuan pengolahan pangan lokal, khusunya dari singkong ini akan dikembangkan di desanya. Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sukamara, Hj. Nuni Ludia Ahmad Dirman menyatakan banyak sekali ilmu yang diperoleh kelompok wanita di Kabupaten Sukamara mengenai olahan pangan lokal dan akan diterapkan di kehidupan sehari-hari. “Rasa olahan pangannya juga enak, tidak berbeda dengan terigu, cookies keju singkongnya enak, gurih, dan renyah, favorit saya adalah klappertaart.”

img-1434445839.JPG


img-1434445862.JPG

Informasi lebih lengkap tentang profil Kabupaten Sukamara, dapat di klik disini

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook