Berita Mengejutkan! Ternyata Begini Kuantitas Dan Kualitas Ketersediaan Sayur Dan Buah Di Kabupaten Maros Tahun 2015

Berita Mengejutkan! Ternyata Begini Kuantitas Dan Kualitas Ketersediaan Sayur Dan Buah Di Kabupaten Maros Tahun 2015

Berita Mengejutkan! Ternyata Begini Kuantitas Dan Kualitas Ketersediaan Sayur Dan Buah Di Kabupaten Maros Tahun 2015

Sayur dan buah menjadi salah satu kelompok pangan yang harus dikonsumsi. Banyak akibat yang dapat ditimbulkan jika Anda tidak mengonsumsi sayur dan buah. Konsumsi yang kurang tepat atau tidak sesuai anjuran juga masih belum cukup untuk menunjang kehidupan yanglebih sehat, aktif dan produktif. Oleh sebab itu, ketersediaan dari sayur dan buah di setiap daerah juga harus terjamin. Agar dapat menjamin konsumsi penduduk yang cukup dan memadai.

 

Penduduk Kabupaten Maros yang menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan ternyata masih harus meningkatkan jumlah ketersediaan sayur dan buahnnya. Menurut analisis yang dilakukan oleh MWA Training & Consulting yang bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros pada tahun 2015, jumlah ketersediaan sayur dan buah di beberapa kecamatan di Kabupaten Maros masih belum mencukupi jumlah ideal, yaitu 72 kkal/kap/hari atau 3% AKE.

 

Ternyata, masih ada 8 dari 14 kecamatan yang belum memenuhi jumlah ketersediaan ideal sayur dan buah. Kesembilan kecamatan itu adalah Kecamatan Mandai (1,2% AKE), Kecamatan Maros Baru (0,8% AKE), Kecamatan Marusu (1,1% AKE), Kecamatan Turikale (0,9% AKE), Kecamatan Bantimurung (2,0% AKE), Kecamatan Simbang (2,1% AKE), Kecamatan Lau (0,5% AKE), dan Kecamatan Bontoa (0,5% AKE).

 

Namun, tahukah Anda terdapat 1 kecamatan di Kabupaten Maros yang jumlah ketersediaan sayur dan buahnya telah mencukupi jumlah ideal. Tetapi, secara kualitas belum memenuhi syarat. Ya, kecamatan itu adalah Kecamatan Moncongloe dengan jumlah ketersediaan 3,5% dari AKE namun skor PPH yang masih kurang dari 30 (Skor PPH ideal untuk mengukur kualitas ketersediaan sayur dan buah).

 

Masih banyaknya kecamatan yang belum memenuhi kuantitas dan kualitas ketersediaan ideal menyebabkan jumlah kuantitas dan kualitas sayur dan buah keseluruhan Kabupaten juga kecil. Kabupaten Maros memiliki jumlah ketersediaan sebesar 3,9% dari AKE, namun skor PPH belum mencapai 30, yaitu 19,5 untuk kelompok pangan sayur dan buah.

 

Tidak mengherankan memang, jika kuantitas maupun kualitas ketersedian sayur dan buah di beberapa Kecamatan di Kabupaten Maros masih belum memenuhi angka ideal. Struktur lahan yang sebagian besar adalah tanah kapur, memang menjadi salah satu kendala untuk menanam sayur dan buah. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya mendatangkan sayur dan buah dari luar wilayah agar kebutuhan konsumsi sayur dan buah penduduk Kabupaten Maros terpenuhi.

 

Bagaimana?

Menarik bukan?

 

Ini baru 1 kelompok pangan loh, masih ada 8 kelompok pangan lainnya. Penasaran?

Atau mungkin Anda penasaran bagaimana cara mengukur kuantitas dan kualitas pangan daerah? Anda boleh mengulik di artikel berikut (KLIK DISINI)

 

Nantikan artikel seputar ketahanan pangan lainnya hanya di grup Daulat Pangan Indonesia.

 

Anda bisa ikut bergabung untuk diskusi bersama dengan klik bit.ly/IndonesiaDaulatPangan atau di bit.ly/DaulatPangan2

 

Atau like dan follow fanpage facebook Daulat Pangan Indonesia di bit.ly/FanpageDaulatPangan 


Anda juga bisa mengunjungi website kami di panganlokalindonesia.co.id/ untuk artikel lainnya.



Jangan ragu untuk membagikan artikel ini kepada orang terdekat Anda. Perubahan dapat dimulai dengan memulai hal-hal kecil. Kalau bukan Anda siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. YUK WUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN DI INDONESIA



-MWA Training & Consulting-

*Cp: (+6285310252992)*

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook