Berikan Kualitas Pola Makan Anda Dengan Cara Ini

Berikan Kualitas Pola Makan Anda Dengan Cara Ini

Berikan Kualitas Pola Makan Anda Dengan Cara Ini

Tahukah Anda bahwa kualitas makanan yang Anda makan ikut menentukan kesehatan Anda? Data menunjukkan tahun 2015 menunjukkan 6,9% atau 12 juta orang Indonesia mengalami penyakit diabetes mellitus akibat terlalu banyak mengonsumsi gula, 26,6% mengalami obesitas akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, dan 25,8% penduduk Indonesia memiliki penyakit hipertensi salah satunya diakibatkan terlalu banyak mengonsumsi garam (Sumber: Kementrian Kesehatan). Apakah Anda termasuk dalam persentase tersebut? Atau apakah Anda akan membiarkan Anda termasuk persentase tersebut?


Makanan berkualitas tidaklah hanya ditentukan dari rasa dan selera. Terbukti dengan pesan yang disampaikan oleh pemerintah Indonesia di dalam Undang-undang No 18 Tahun 2012, yang menyatakan bahwa makanan yang berkualitas ialah makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman atau biasa disingkat B2SA. Begini penjabarannya..


Beragam..

Ya, makanan yang kita makan harus lah beragam, karena semakin beragam makanan yang kita makan maka semakin lengkap kandungan gizinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu pangan pun yang mengandung seluruh zat gizi yang diperlukan oleh tubuh manusia. Kekurangan zat gizi pada satu pangan, dapat dipenuhi dari zat gizi pangan lainnya. Misalnya, beras. Sebagai pangan sumber karbohidrat, beras mengandung vitamin dan mineral yang sedikit. Sehingga, kebutuhan vitamin dan mineral perlu didapatkan dari sayur ataupun buah. Ya atau ya?


Bergizi..

Makanan bergizi inilah yang diperlukan tubuh untuk tetap sehat dan optimal. Zat gizi yang diperlukan dalam jumlah banyak oleh tubuh disebut zat gizi makro. Zat gizi makro terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara itu, zat gizi yang diperlukan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak disebut zat gizi mikro. Zat gizi mikro terdiri dari vitamin dan mineral.


Seimbang..

Makanan yang kita makan jumlahnya tidak boleh kurang dan tidak boleh berlebih. Namun, harus sesuai dengan kebutuhan tubuh. Setiap individu dalam keluarga, memiliki kebutuhan makanan yang berbeda-beda. Kebutuhan tersebut disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, aktivitas, berat badan ideal, serta waktu makan.


Aman..

Terakhir, setelah makanan beragam, bergizi, dan seimbang maka pastikan makanan yang kita makan pun aman. Artinya, makanan bebas dari bahaya kimia, fisik, dan biologis. Bahaya kimia biasanya terdapat di dalam bahaya tambahan pangan yang salah. Misalnya, menggunakan pengawet mayat untuk makanan. Sebut saja formalin.


Memang, apa akibatnya apabila makanan kita mengandung bahaya kimia, fisik dan biologis? Dan tahukah Anda? Konsep B2SA merupakan pengganti konsep Empat Sehat Lima Sempurna? Lalu, bagaimana penerapan makanan berprinsip B2SA untuk keluarga?


Barangkali, lebih baik penjelasan terperinci mengenai konsep B2SA dilakukan secara dua arah, dalam ruang diskusi. Oleh karena itu, Pangan Lokal Indonesia mengundang Anda untuk menghadiri seminar Online GRATIS di grup Whatsapp yang Insya Allah akan diselenggarakan pada 23 Febuari 2017 pukul 19.00-20.00 WIB.


Sayangnya, seminar GRATIS ini terbatas untuk 240 orang saja.


Segera amankan tempat duduk Anda dengan registrasi di link ini.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Ase Seije Seasean... Pangan Lokal Yes... Selengkapnya

-Sardania - PKK Kabupaten Kaur

Papeda + Ika colo-colo Manta.... Selengkapnya

-Canox - Pulau Taliabu

Alhamdulillah, kami dengan adanya pelatihan ini dapat menambah pengetahuan kami khususnya menu B2SA ... Selengkapnya

-Anonim

Sangat berkesan dengan MWA, Tambah banyak inspirasi untuk pengolahan pangan yang ada di daerah Kaur.... Selengkapnya

-Bu Harmili - PKK Kabupaten Kaur

Terima kasih Kepada MWA yang telah memberikan ilmu/materi Distribusi pangan.. Harga pangan dan cadan... Selengkapnya

-Maida dan Yaktiva - Dinas ketahan pangan Kota Pekanbaru

Wawasan dan Inspirasi semakin Terbuka.... Selengkapnya

-Bu Eli - Dinas Ketahanan Pangan Banten

Bersama pangan lokal kita tingkatan aneka ragam pangan lokal MWA.... Selengkapnya

-Supriyanto

Thy so much.... Selengkapnya

-Evi - Bengkulu

ILMU tak berujung.... Selengkapnya

-Alien - Kutai Timur

Melalui MWA, kita jadi melek pangan tingkatkan selalu kerjasama kita.... Selengkapnya

-B.basyin

Pangan Lokal rasa dunia bersama MWA.... Selengkapnya

-Yiyi - KKP PKP

"Jadilah pendekar-pendekar pangan yang tangguh mewujudkan ketahanan pangan yang hakiki dimasing-masi... Selengkapnya

-Jems - DKPPKE TPI

MWA Memang oke, Jadilah yang Terdepan dari Pelatihan Apapun..... Selengkapnya

-Zarda - DKPPKE Kota Tanjung Pinang (Kepri)

MWA OK3... Selengkapnya

-Julaiha - BKP3 Bangka Tengah

Kita tingkatkan Pangan Lokal, Bersama MWA Bogor.... Selengkapnya

-Petrusngo - Dinas Pertanian & Kehutanan Kabupaten Mahakam ulu Provinsi Kaltim

Kita tingkatkan Pangan Lokal, Bersama MWA Bogor.... Selengkapnya

-Petrusngo - Dinas Pertanian & Kehutanan Kabupaten Mahakam ulu Provinsi Kaltim

MWA sangat Menginspirasi untuk sehat dan berbisnis... Selengkapnya

-Kartikawati - PKK KBB PARIGI MOUFONG SULTENG

Alhamdulillah, Berkat mengikuti Bintek B2SA kami memahami bagaimana menyusun menu B2SA.. Jayalah PKK... Selengkapnya

-Asrawan dan Zatma - Rejang Legong

Good job MWA Terima kasih ilmunya.... Selengkapnya

-Eva - DKP Rejang Lebong Bengkulu

Alhamdulillah bisa mengikuti Bimtek di MWA.... Mwa buat kita-kita makin menyenangi Ketahanan Pangan... Selengkapnya

-Miharlin

MWA bikin saya lebih "Melek Pangan". Sukses MWA... Selengkapnya

-Weny Aditya - DKP Kota Sungai Penuh

Terima kasih MWA atas ilmunya. Sukses selalu.... Selengkapnya

-Hamsia - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu

Ase seije Seasean Pangan Lokal Yes... Selengkapnya

-Ibu Sardania - PKK Kabupaten Kaur

MWA untuk pangan lokal, sukses!!!... Selengkapnya

-Edi - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama, Papua

Terima kasih kepada MWA yang telah memberikan ilmu / materi distribusi harga pangan dan cadangan pan... Selengkapnya

-Ibu Maida - Dinas Ketahanan Pangan kota Pekan baru

Facebook